Selasa, 16 Agustus 2011

Konferensi Asia Afrika

Lail Cloudy Fighting!!!

Konferensi Asia Afrika (KAA) merupakan suatu hasil nyata dari usaha pelaksanaan politik luar Negeri Bebas Aktif yang merupakan hasil kerjasama Indonesia (Ali Sastroamidjojo) dengan Burma (U Nu), Srilangka (John Kotelawala), India (Jawaharlal Nehru), dan Pakistan (Muhammad Ali Bogra).

KAA (18 April-24 April 1955) berlangsung di Bandung yang juga merupakan konferensi Internasional pertama yang pernah dilakukan Indonesia.
1.KAA merupakan aktualisasi politik luar negeri RI Bebas Aktif.
2.Bung Karno : dalam pidato pembukaan : “konferensi antar Benua yang pertama dari bangsa-bangsa berkulit berwarna sepanjang sejarah umat manusia”
3.Keputusan dirumuskan dalam : “Dasasila Bandung” (The Ten Principles Of Bandung Declaration)

Kilas Balik KAA :
a)23 Agustus 1953
PM Ali Sastroamidjojo di DPR Sementara mengusulkan perlunya kerjasama antara negara-negara AA dalam perdamaian dunia.
b)25 April – 2 Mei 1954
Berlangsung Konferensi Colombo di Srilangka, dihadiri Negara-negara pengundang : India, Pakistan, Burma, Indonesia, dan Srilangka. Dalam forum ini Indonesia memberikan gagasan perlu adanya KAA.
c)28 Desember – 29 Mei 1954
Konferensi Bogor : mematangkan susunan KAA (Tujuan KAA, siapa yang diundang).
d)18 April -24 April 1955
KAA berlangsung di Gedung Merdeka di Bandung (dibuka oleh Presiden Soekarno). Konferensi diketuai Ali Sastroamidjojo, Sekjen : Roeslan Abdul Gani.
Dasasila Bandung mencakup hal-hal pokok, antara lain :
Kemerdekaan, kedaulatan, keutuhan territorial, pemecahan konflik secara damai, hak-hak asasi manusia, perlindungan hukum, masalah keadilan social untuk menjembatani Negara kaya dan miskin, persamaan derajat semua bangsa.
Dari Dasasila Bandung tersebut jelas arah politik luar negeri bebas aktif yang hendak dilaksanakan Indonesia. Indonesia tidak ingin Negara adikuasa menjadi penguasa dunia dan memaksakan kehendaknya dan tidak pula ingin kehidupan dunia hanya ditentukan oleh sekelompok kecil Negara dengan cara-cara kekerasan. Piagam PBB menjadi landasan dari pernyataan tersebut.
Negara-negara Sponsor (Sponsoring Countries) : 5 negara. Yaitu : Burma, India, Indonesia, Pakistan, dan Srilangka
Negara-negara Peserta (Participating Countries) : 24 negara. Diantaranya : Afganistan, Jepang, Ethiopia, Jordania, dan Mesir.
Negara-negara AA yang merdeka dan berdaulat sesudah KAA (Independent and Sovvering AA Countries after AA Conference). Diantaranya : Aljazair, Chad, Ghana, Singapura, Tunisia, dan Afrika Selatan.

0 komentar:

Poskan Komentar