Senin, 15 Agustus 2011

Konsep-konsep Demokrasi Terpimpin

Lail Cloudy Fighting!!!
Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia, yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya.
Pada bulan 5 Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Presiden Soekarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden. Soekarno juga membubarkan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru, dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945, dengan semboyan “Kembali ke UUD’ 45″. Soekarno memperkuat tangan Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting.

Pada pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 1959 ide politik Demokrasi Terpimpin mendapatkan kerangka tambahan. dalam pidato yang diberi nama "Menemukan Kembali Revolusi Indonesia" yang juga dikenal sebagai manifesto politik (Manipol), Presiden Soekarno mengemukakan lima asas kehidupan politik bangsa. Kelima asas tersebut adalah Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Bangsa (biasanya disingkat menjadi USDEK). Tindakan politik tersebut mendapat tanggapan positif dari rakyat. Kejenuhan terhadap kelabilan pemerintahan selama periode Demokrasi Liberal, keadaan ekonomi yang makin suram,janji-janji muluk yang diberikan Presiden Soekarno, gaya kepemimpina dan gaya pidato Presiden Soekarno yang memukau, dan kharisma pribadi Presiden Soekarno bersatu dalam membentuk sikap masyarakat terhadap tindakan politik tersebut.

Untuk mempersatukan kekuatan politik yang ada, Presiden Soekarno memperkenalkan konsepsi yang dikenal dengan nama NASAKOM (Nasional, Agama, Komunis). Menurut pemikiran presiden, ketiga unsur ini dapat bergabung menjadi satu karena pada diri pribadi ketiganya dapat dipersatukan. Sering Presiden mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang nasionalis, seorang agamis (Islam), dan juga seorang Komunis. NASAKOM, adalah singkatan Nasionalis, Agama dan Komunis, pada masa Orde Lama. Konsep ini diperkenalkan oleh Presiden Soekarno yang berfungsi sebagai satu jalan menyatupadukan golongan-golongan berlainan haluan politik di Indonesia. konsep penyatuan ini diharapkan Presiden Soekarno dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik. Konsepsi politik ini dikemudian hari dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh PKI dan merupakan pula titik lemah Presiden Soekarno sehingga ia termakan oleh konsepsi politik ini.

Pada perkembangan selanjutnya, kedudukan PKI di lembaga-lembaga pemerintahan makin bertambah kuat. Demikian pula pengaruhnya di masyarakat. Agitasi-agitasi politiknya yang membahana, identifikasi dirinya sebagai partai politik yang paling revolusioner, kelicikannya dalam mengelabui rakyat, pengetahuan politik rakyat yang sangat rendah, keterikatan Presiden Soekarno dengan Nasakomnya, memberikan kesempatan yang luas bagi PKI dalam menanamkan pengaruhnya. Oleh karena itu ketika PKI menuntut agar Murba yang dianggap partai saingan dan dituduh sebagai revisionis dibubarkan, tanpa ragu-ragu Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan pembubaran Partai Murba pada bulan September 1964. Tinggal sembilan partai politik yang ada, yaitu NU, PSII, Partai Tarbiyah Islam (PERTI), Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia (Parkindo, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Indonesia, PNI, dan Partai Komunis Indonesia (PNI).

BERDIKARI,Berdikari singkatan dari Berdiri dengan Kaki SendiRi

TRISAKTI,Trisakti dijabarkan sebagai “Berdaulat dalam bidangpolitik”, “Berdikari dalam bidang Ekonomi”, dan”Berkepribadian dalam kebudayaan”.

0 komentar:

Poskan Komentar