Lail Cloudy Fighting!!!
• Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan sejarah adalah Perubahan, Waktu, dan Kronologis.
“Rumusan Masalah” :
o Rumusan Masalah Menjawab “fokus” dari Latar Belakang Masalah;
o Rumusan Masalah pada intinya dalam bentuk kata Tanya;
o Jarang/menghindari kata Tanya “kenapa” karena kata kenapa untuk mengekplorasi;
o Penggunaan tanda titik untuk memanage kalimat.
“Yang membedakan karya ilmiah dengan yang lain” :
- bahasa yang digunakan bukan bahasa umum,
- ada metode ilmiah yang digunakan.
- Memenuhi syarat-syarat akademis.
Penelitian bisa dilakukan : penelitian lapangan, penelitian perpustakaan.
“Karya Ilmiah” : suatu bentuk tulisan yang memenuhi syarat-syarat akademis suatu tulisan. Misalnya : skripsi, disertasi, makalah, artikel, dan lain-lain.
• Makalah (paper) : semua tugas mahasiswa yang harus diselesaikan mahasiswa secara tertulis.
• Skripsi : tulisan atau karya ilmiah untuk mahasiswa tingkat sarjana S1.
• Tesis : karya ilmiah untuk mendapat ijazah S2, penulisan hasil penelitian yang dipertahankan lewat argumrn sehingga menghasilkan kesimpulan original.
• Disertasi : karya ilmiah dari hasil penelitian untuk memperolah gelar doctor (jenjang S3)
“Tema-tema yang menarik untuk dikaji dalam penulisan sejarah” :
o Sejarah Lokal
o Sejarah Sosial
o Sejarah Perempuan
o Sejarah Politik
o Sejarah Ekonomi
o Biografi
o Sejarah Kota
o Sejarah Militer
o Sejarah Islam
“Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menulis sejarah” :
• Kajiannya menarik, unik, dan berbeda dengan yang lain.
• Kronologi dan runtut.
• Lebih melihat pada perubahan-perubahan yang terjadi.
“Ada 2 pola dalam menulis karya ilmiah”
o Berpola deskriptif
o Berpola argumentatif
Dari kedua pola tersebut, sulit dibedakan secara tegas, tapi pada dasarnya setiap pola memiliki organisasi dasar yang sama, yaitu terdapat topik, permasalahan, dasar teori, pemecahan masalah atau pembahasan, dan penutup atau kesimpulan.
“Langkah-langkah menulis karya ilmiah” :
1. Merumuskan Topik.
• Topik umum : misalnya Sejarah Politik, Sejarah Ekonomi, Sejarah Sosial, dan lain-lain.
• Topik khusus : misalnya Sejarah Pemilihan Umum, Sejarah Perdagangan Beras, Sejarah Pergerakan Buruh, dan lain-lain.
??? Bagaimana menemukan dan merumuskan topik?
o Topik biasanya diperoleh dari seseorang atau dapat juga muncul pada saat melihat lingkungan disekitarnya dan membaca beberapa referensi buku atau bacaan lainnya.
o Dalam menentukan topik, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan :
- mempunyai interest/ketertarikan pada subjek.
- Mempunyai kemampuan (waktu, tenaga, dan dana) untuk mengerjakan.
- Mengetahui keberadaan sumber.
2. Rumusan Masalah.
• Pada hakikatnya masalah adalah adanya ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Apabila hal itu terjadi, seseorang menghadapi masalah.
• Akan tetapi, apabila sudah dapat menemukan topik secara khusus seorang penulis akan sangat mudah merumuskan masalah, yaitu dengan mengubah rumusan kalimat dalam topik khusus menjadi kata tanya.
3.Rumusan Sub Masalah.
• Bila dalam rumusan masalah hanya mengandung satu pokok persoalan, penulis dapat melangkah ke tahap berikutnya yaitu menyusun kerangka karangan.
• Tetapi apabila rumusan masalah mengandung lebih dari satu persoalan yang harus segera dipecahkan, sebaiknya membuat rumusan sub masalah, agar dalam penelusuran teori dan pembahasan masalah tidak ada gagasan yang terlupakan dan tumpang tindih.
4.Kerangka Tulisan/Pemikiran.
• Pada dasarnya kerangka tulisan adalah pokok-pokok pikiran yang akan ditulis dalam sebuah tulisan.
• Ada dua kerangka karangan, yaitu kerangka topik dan dan kerangka kalimat.
• Kerangka topik adalah kerangka tulisan yang hanya merumuskan gagasan-gagasan pokok dalam bentuk kelompok kata.
• Kerangka kalimat adalah kerangka tulisan yang merumuskan gagasan pokok yang akan ditulis.
5. Judul Tulisan.
• Pada dasarnya judul tulisan adalah nama atau kepala dari suatu tulisan.
• Pemberian judul tulisan sebaiknya berdasarkan pada pokok masalah yang dibicarakan.
• Pemberian judul tulisan sebaiknya menarik, singkat, dan jelas.
• Untuk kajian sejarah, sebaiknya dalam judul tulisan dicantumkan kurun waktu/periode yang hendak ditulis.
“Pengembangan Pendahuluan”
Pendahuluan pada dasarnya harus mampu mengantarkan pembaca untuk memahami isi karangan. Oleh karena itu, pendahuluan harus mengandung latar belakang masalah berupa uraian harapan, yang berkaitan dengan pokok masalah dan kenyataan yang sebenarnya terjadi. Munculnya harapan dan kenyataan tersebut akan menampakkan kesenjangan sehingga muncul permasalahan.
“Pendahuluan” = bab pengantar atau bab I, yang terdiri atas :
1. Latar Belakang Masalah (terdiri dari rumusan masalah dan batasan masalah).
• Menjelaskan mengapa pokok masalah itu menarik dengan latar belakangnya.
• (akan lebih jika) menjelaskan hasil penelitian sebelumnya yang temanya sama, sehingga dapat mengasumsikan hasil penelitiannya sebagai temuan baru.
• Menyampaikan pokok masalahnya berupa pertanyaan besar, yang biasanya terdiri dari beberapa butir yang akan dijawab pada bab-bab berikutnya.
2. Tujuan Penelitian.
• Tujuan penelitian dapat dijabarkan dalam beberapa butir yang merupakan rambu-rambu dari tujuan akhir penelitian. Biasanya dimulai dengan kata : Untuk me… atau Me….
3. Tinjauan Pustaka.
• Penjelasan mengenai pustaka-pustaka utama (referensi buku, jurnal, laporan penelitian, dan lain-lain). Yang dipilih sebagai dasar penulisan dengan memperhatikan derajat relevansi. *Pustaka utama : buku-buku yang lebih menunjang tulisan kita.
4. Kerangka Teoritis/Pendekatan yang digunakan (jika ada)
• Menjelaskan tentang teori-teori atau pendekatan yang digunakan dalam proses analisa.
5. Tinjauan Sumber (jika ada)
• Menjelaskan sumber-sumber data (berupa arsip, Koran, majalah, dan lain-lain) yang digunakan.
• Penjelasan tentang sumber-sumber data tersebut tidak semua dijelaskan. Tetapi menjelaskan sumber-sumber data yang utama saja, yaitu sumber-sumber yang lebih banyak memberi jawaban atas pertanyaan pokok penelitian.
6. Metode Penelitian
• Dalam tahap ini, tentunya metode sejarah yang dijelaskan. Namun, dalam penjelasannya diuraikan secara terperinci tahap-tahap penelitian yang dilakukan.
7. Sistematika Penulisan.
• Merupakan penjelasan isi penelitian secara ringkas, biasanya menjelaskan tentang isi setiap bab yang dibahas.
“Pengembangan Studi Pustaka” :
“Studi kepustakaan” merupakan jalan yang akan dilewati oleh penulis untuk membangun kerangka berpikir (dasar teori) sebagai alat analisis masalah.
Agar proses analisis masalah semakin tajam, maka diperlukan : penelusuran berbagai teori, pendapat, serta hasil-hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan permasalahan yang dikemukakan.
Oleh karena itu, studi kepustakaan sebaiknya terdiri atas :
1. Bacaan teori dan konsep :
• Di dalam studi pustaka, penulis mencantumkan sejumlah referensi atau pustaka yang membahas tentang teori atau konsep-konsep yang akan digunakan, sebagai alat bantu bagi penulis dalam proses analisis masalah. *pemahaman konsep itu berfungsi untuk memahami apa saja yang akan ditulis, agar tidak melebar.
• Misalkan akan menulis tentang tema sejarah perdagangan kopi, maka beberapa teori dan konsep yang bisa digunakan seperti : teori tentang pemasaran, teori tentang perilaku produsen dan konsumen, teori tentang politik perdagangan, konsep tentang pedagang, pemodal, pembeli, dan lain-lain.
2. Bacaan model dan kasus :
• Sejumlah referensi atau pustaka tentang hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain, yang temanya sama dengan tema yang akan ditulis, tetapi tentunya dengan sudut pandang dan tempat berbeda. *perlu mengetahui kasus-kasus yang ada diwilayah lain : konsep-konsep apa yang mereka gunakan? Teori-teori apa yang mereka gunakan?
• Misalkan akan menulis tema tentang perubahan sosial disuatu daerah, maka referensi yang dapat digunakan : tulisannya Joko Surya tentang Perubahan Sosial di Semarang, Abdurrahman Surjomihardjo tentang Perubahan Sosial di Yogyakarta, dan lain-lain.
3. Bacaan sumber :
• Sejumlah referensi atau pustaka yang didalamnya terdapat beberapa sumber-sumber penting yang dapat digunakan dalam proses penelitian.
• Misalkan buku memoir, buku harian, buku biografi, surat kabar, majalah, dan lain-lain.
“Bab Pengantar (Bab I)”
1. Latar Belakang Masalah
Menjelaskan mengapa penelitian itu menarik itu menarik untuk ditulis, dengan memaparkan latar belakangnya termasuk pula hasil-hasil tulisan dari penelitiannya sebelumnya sehingga dapat diasumsikan sebagai suatu temuan baru.
2. Rumusan Masalah
3. Ruang Lingkup Penelitian
Terdiri dari 2 sub :
1. Batasan Spasial (Tempat/Wilayah) : menjelaskan tentang batasan lokasi /wilayah yang diteliti.
2. Batasan Temporal (Waktu/Periode) : menjelaskan tentang batasan waktu/periode yang diteliti. *harus memberi penjelasan mengapa memilij tempat dan periode itu.
4. Tinjauan Pustaka dan Sumber
5. Tujuan dan Manfaat Penelitian
6. Metode Penelitian
7. Sistematika Penulisan
Penjelasan tentang hasil penelitian yang sangat ringkas untuk tiap bab.
8. Daftar Pustaka
Berisi pustaka-pustaka (judul-judul buku, artikel, jurnal, penelitian, dan lain-lain) yang telah dan akan digunakan dalam penulisan proposal/skripsi.
“Pembahasan” : merupakan jantung dari suatu karya ilmiah, karena didalamnya terdapat penjelasan mengenai hal-hal yang menjadi pokok persoalan atau pertanyaan dari suatu tulisan.
Dalam pembahasan masalah diperlukan :
o Kreativitas. *dalam menyusun bab-babnya harus mempertimbangkan data-data yang diperlukan
o Imajinasi yang logis (masuk akal)
o Ketajaman dalam memecahkan masalah (proses analisa)
o Kronologis
o Kejujuran akademik. *misalnya mengutip ya harus dicantumkan
Beberapa model penulisan dalam pembahasan :
o Naratif-Deskriptif
o Naratif-Analitis
o Analitis-Argumentatif
"Teknik Penulisan Catatan Kaki, Kutipan dan Daftar Pustaka"
Catatan Kaki :
• Tulisan sejarah memerlukan rujukan (referensi) sumber. Rujukan itu ditampilkan dalam catatan kaki ditiap halaman secara berurutan.
• Ada dua catatan kaki, yaitu catatan kaki sebagai penunjuk sumber (catatan referensi) dan tambahan penjelasan pada teks (catatan penjelasan isi).
“Tujuan pembuatan catatan kaki untuk menunjukkan” :
1. Validitas bukti sebagai otoritas pernyataan pendapat.
2. Penguatan pendapat atau sebaliknya.
3. Penyampaian terima kasih.
4. Acuan silang.
5. Menjelaskan pendapat yang kontroversi.
6. Memberi penjelasan : kata, istilah, ukuran berat, dll.
“Ada tiga cara untuk menunjukkan catatan kaki” :
o Ibid (ibidem)
Catatan kaki mengikuti sebelumnya dengan merujuk halaman yang dirujuk atau tidak.
o Op.cit (opere citato)
Catatan kaki yang sudah disela oleh catatan kaki lain, dengan merujuk halaman saja yang sudah dikutip sebelumnya.
o Loc.cit (loco citato)
Catatan kaki yang sudah disela oleh catatan kaki lain, cukup menunjukkan penulis.
“Teknik Penulisan Catatan Kaki menggunakan ibid, op.cit, loc.cit” :
1. Kuntowijoyo, Metodologi Sejarah (Yogyakarta : Tiara Wacana Yogya, 2003), hlm. 23
2. Ibid
3. Ibid. hlm. 32
4. Claude Guillot, Banten : Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII (Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia, 2008), hlm. 126
5. Kuntowijoyo, op.cit, hlm. 76
6. Claude, loc.cit
“Teknik Penulisan Catatan Kaki untuk beberapa referensi” :
• Buku : Penulis, Judul Buku (tempat terbit : penerbit, tahun terbit), hlm
• Artikel Buku : Penulis, Judul Artikel, dalam Judul Buku, Tempat : Penerbit, tahun
• Artikel Dalam Jurnal : .......
• Artikel Dalam Surat Kabar : Penulis, Judul Artikel, dalam Nama Koran, tanggal, hlm
• Arsip & Dokumen-Dokumen lain : ...... masukkan nomor dos-dos
• Wawancara : Nama, Tanggal Wawancara, Dimana, Tahun Berapa
• Internet : .......
Kutipan
• Didalam penulisan skripsi, kutipan digunakan untuk menyampaikan informasi, sebagai pembenaran dengan menggunakan kata-kata dan pendapat orang lain.
• Jenis-jenis kutipan terdiri dari :
a. Kutipan Langsung :
Sumber sejarah yang dikutip secara harfiah atau kata per kata. Penekanannya pada keaslian kata-kata dan pikiran pengarang serta keakuratannya.
b. Kutipan Tidak Langsung :
Mengutip gagasan orang lain yang dikembangkan dan diperluas dengan kata-kata dan pikiran sendiri.
Daftar Pustaka :
• Daftar pustaka adalah pustaka-pustaka, termasuk dokumen resmi, manuskrip, majalah, dll. Yang digunakan sebagai rujukan dalam penulisan skripsi.
• Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan abjad pengarangnya. Tiap-tiap bagian dipisahkan oleh tanda titik (kecuali tempat terbit).
• Daftar Pustaka ditulis : Nama Pengarang. Judul Buku. Tempat Buku Diterbitkan : Penerbit. Tahun Terbit.
“Teknik Penulisan Daftar Pustaka” :
o Buku :
Contoh : Kuntowijoyo. Metodologi Sejarah. Yogyakarta : Bentang Budaya. 2007
o Buku Terjemahan :
Contoh : Sartos, Aryio. Antiantis : The Last Continent Finally Found. Diterjemahkan oleh Hikmah Ubaidillah. Jakarta : Ufuk Press. 2011
o Artikel Dalam Jurnal :
Contoh : Amini, Mutiah. “Perempuan dan Media Massa Surabaya Awal Abad ke-20” dalam Lembaran Sejarah Volume 7. No. 1. 2004
o Artikel Dalam Buku :
Contoh : Dick, H.W. “Munculnya Ekonomi Nasional, 1808-1990-an” dalam J. Thomas Lindblad (Ed). Fondasi Historis Ekonomi Indonesia. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2002
o Artikel Dalam Surat Kabar :
Contoh : Buchori, Mochtar. “Kabinet dan Pendidikan” dalam Kompas. 20 Oktober 2010
Selamat Berjuaaaang yaaaaaa :)
Minggu, 13 November 2011
Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar