Selasa, 08 November 2011

Penelitian Pendidikan Sejarah :)

Lail Cloudy Fighting!!!


Penelitian Pendidikan Sejarah

??? Tujuan penelitian skripsi itu apa?
 Untuk memenuhi tugas akhir.
 Untuk memberikan sumbangan kepada lembaga pendidikan terkait.

• Kegiatan penelitian bermula dari masalah, untuk mencari pemecahan terhadap masalah
• Kegiatan ilmiah belum tentu penelitian, penelitian sudah pasti kegiatan ilmiah

Dalam penelitian ada 4 hal yg perlu diperhatikan:
1) Penelitian merupakan kegiatan ilmiah
2) Berkaitan dengan masalah data
3) Tujuan
4) Kegunaan



Kegiatan penelitian harus mengandung 2 kebenaran:
1) Kebenaran teori
2) Kebenaran lapangan
Makanya kegiatan penelitian perlu adanya kajian teori.

Hipotesis dan non hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan sementara yang juga mengandung kebenaran, berasal dari teori. Nantinya harus dibuktikan dengan diuji di lapangan. Meskipun hipotesis, mungkin saja tidak terbukti. Faktor : kajian teori sudah usang. Misalnya : (dulu) candi sbg penyimpanan abu jenazah raja2. (sekarang) candi sbg tempat pemujaan, dmana tersimpan abu hewan kurban.

Kegiatan penelitian harus dilaksanakan sesuai dengan ciri-ciri keilmuan, yaitu: Rasional, Empiris, dan Sistematis.
*Rasional: karena kegiatan penelitian pada dasarnya harus dilakukan dgn cara-cara yang masuk akal sehigga terjangkau oleh penalaran manusia, harus dapat dikaji kembali oleh siapapun juga.
*Empiris: dapat diamati oleh manusia sehingga orang lain akan bisa tahu, bisa mengamati, sehingga orang lain bisa menguji kembali nantinya. Hasilnya haruslah sama.
*Sistematis: harus dapat dilakukan dengan cara yang menggunakan langkah-langkah tertentu yng bersifat logis, tak boleh seenaknya.

*masalah harus dirumuskan dlm bentuk pertanyaan.
*hipotesis harus dirumuskan dalam bentuk pernyataan
Metode : tata cara penelitian
Metodologi : ttg metode penelitian : eksperimen, tentang kelebihan & kekurangan suatu metode.

Pengertian penelitian (Supardi Suparman)
*Suatu tindakan yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk mengungkap atau membuktikan yang dilakukan atas berdasarkan konsep2 dan teori2 yang sesuai dengan tujuan dan dengan cara2 yg ilmiah, dapat dipertanggung jawabkan menurut disiplin ilmu masing2.
*Tujuan : untuk menemukan data data baru, untuk membuktikan, & untuk mengembangkan.
* Dua macam kebenaran dalam penelitian : kebenaran teori(melakukan hipotesis) dan lapangan(menguji hipotesis).

Baik atau tidaknya bukan pada banyak sedikitnya teori2 yang dicantumkan, disesuakan dengan keterkaitan pembahasan atau konsep2. Tujuan disesuaikan dengan “masalah”. Dikhawatirkan menjebak ketika skripsi.

Parsudi Suparman menyatakan “dapat dipertanggung jawabkan” sesuai dengan disiplin ilmu = dapat di cek kebenarannya, dapat diuji kembali oleh pihak yang bersangkutan. Cara2 irasional termasuk dalam yang tdk dipertanggung jawabkan.

Menurut Rakayoni (pakar pendidikan) penelitian adalah penelaahan yang terkendali dalam arti :
1) Logika proses berpikir dinyatakan secara eksplisit.
2) Informasi sbg bahan berpikir dikumpulkan secara sistematis dan objektif.
*logika proses berpikir adalah tiap2 langkah2 yang dilakukan sejak awal sampai kesimpulan harus dilakukan melalui langkah2 nyata sehingga dapat dikaji lagi oleh pihak yang bersangkutan.
*secara sistematis = jenis maupun jumlah data harus sesuai atau dapat diterima secara umum sesuai penilaian para ahli yaitu didasarkan pada teori atau konsep yang benar.
*mengkaji ulang = agar dijauhkan dari kesalahan, menghindari kemungkinan direkayasa.

Berkaitan dengan data (menurut pendapat Parsudi)
Data yang empiris dapat diamati yg memiliki kriteria tertentu :
 Memiliki derajat ketepatan
Maksudnya adalah antara data yang sesungguhnya terjadi dengan data yang kita terima. Makanya dalam penelitian sejarah ada kritik sumber terhadap data yang kita kumpulkan.
 Perlu diuji reabilitas dan objektivitasnya
 Reabilitas adalah keajian/ konsistensi/ tidak akan berubah.
 Objektivitas adalah berkenan dengan kesepakatan orang banyak.

???? Ada yang mengatakan reabilitas dan objektivitas belum tentu valid?
• Berkaitan dengan tujuan :
 Untuk menemukan data yang benar2 baru/ belum pernah diketahui melalui pembuktian
 Untuk meyakinkan iya atau tidak
 Untuk pengembangan

• Berkaitan dengan kegunaan :
 Untuk memahami, memecahkan atau bahkan mengantisipasi masalah
Memahami: memperjelas masalah yang dihadapi
Memecahkan: menghilangkan masalah/ paling tidak meminimalisir
Mengantisipasi: agar masalah tidak terjadi.


Beberapa kriteria yang berkaitan dengan “pemilihan masalah”:
1. Permasalahan itu harus dapat dicari penyelesaiannya. Pada dasarnya masalah baik namun tidak cocokk untuk diteliti.
2. Harus jelas = semua orang punya persepsi yang sama dan semua orang mempermasalahkan / semua orang menganggap masalah.
3. Harus signifikan = bahwa nanti harus ada kontribusinya, baik pengenbangan ilmu maupun taktis.
4. Tidak berkaitan dengan masalah2 yang bersifat moral, agama, etika, karena masalah2 tersebut selalu berubah.

???? Guru banyak yang ditatar, tetapi kenapa mutu tidak meningkat?
Berkaitan dengan tindak lanjut dari guru tsb pasca penataran, harusnya sesudah itu melaporkan kesekolah tentang hasil dan memberi pengaruh kepada sekolah.

“kelayakan masalah yang dipilih" adalah:
1) Dilihat dari masalah sendiri: adanya kebutuhan yang dirasakan dan benar2 baru
*penelitian PTK dilandasi keyakinan bahwa akan ada hasilnya.
2. Dilihat dari peneliti: apakah masalah menarik dan sesuai bidang peneliti.
3. Dilihat dari pemecahan masalahnya: perlu adanya data, data terjangkau.

“kelayakan masalah yang kita angkat":
Dilihat dari masalahnya:
 Adanya kebutuhan yang dirasakan atau benar2 suatu masalah yang perlu dibicarakan
Misalnya : PTK, maka yang mencari masalah itu adalah guru dan murid, bukan berasal dari anda, at least, wawancarai mereka. Harus ada kerjasama dengan guru, konsultasi kan..
PTK beda dengan penulisan lain.

*penelitian mengandung 2 kebenaran:
 Kebenaran hipotesa
 Kebenaran lapangan
Kebenaran pada hipotesa dirancang pada teori bukan pada lapangan.

PTK= tindakan yang kita pilih harus dilandasi dengan keyakinan bahwa tindakan yang kita pilih akan ada hasilnya.
o Dari hasil tadi dicari kelemahannya.
o Perbaiki.
o Yang mengajar tetap guru, bukan si peneliti.
o Hasil penulis dipakai untuk laporan analisis.

Hal yang perlu diperhatikan :
1. Menarik?
2. Waktu?
3. Berkaitan dengan pemecahan masalah:
Mengumpulkan teori2
Ketersediaan data2
4. Dari hasil harus ada kontribusi

Untuk kemantapan masalah, perlu dilakukan studi pendahuluan untuk mendalami masalah yang dipilih, bisa kepustakaan, hasil2 penelitian terdahulu, ke sumber guru. Dengan tujuan: 1) Untuk melihat apakah skripsi sdah dibuat oleh orang lain. Dulu orientasi skripsi sebagai kontribusi terhadap arsip daerah; 2) Untuk mengetahui hasil yang lebih relevan.

Misalnya tentang Biografi, yang perlu diperhatikan adalah "apa yang menarik sehingga memilih dia sebagai objek penelitian???"

Ada beberapa sumber untuk mencari teori atau konsep, cari buku Arikunto

Sumber untuk mencari konsep:
1. Sumber umum : untuk mencari teori dan konsep yang bersifat umum sesuai dengan penelitian kita (deduktif)
2. Acuan khusus: dapat kita tarik dari penelitian terdahulu(induktif).


“studi kepustakaan dalam mencari teori atau konsep”
*pertimbangkan:
1. Berkaitan dengan kemutakhiran
Tidak harus teori baru. Asal teori tsb masih berlaku. Yang masih diterima secara umum. Karena nantinya akan menentukan hasil dilapangan. Kebenaran dan tidak benarnya suatu hipotesa, diterima atau pun ditolak. Hasil dilapangan belum tentu salah, tergantung dari cara pemulihan teori atau konsep.
2. Prinsip relevansi
Teori atau konsep harus relevan, misalnya tema penelitian sosial, cari teori atau konsep sosial .
Latar belakang = latar belakang memilih ini dipaparkan
Teori atau konsep sosial=yang ditulis hanya yang diperlukan bukan pada “banyak atau tidak “, namun pada “perlu atau tidaknya”.


*langkah2 menyusun hipotesa
:
1. Penyusunan anggapan dasar suatu pendapat yang diterima oleh si peneliti sebagai suatu kebenaran dengan tujuan meyakinkan penelitian yang dilakukan, meskipun orang lain mempersoalkannya. Misalnya : pengaruh penggunaan peta dalam pembelajaran terhadap siswa. Anggapan dasar yang melandasi:
a. Prestasi belajar siswa berbeda2
b. Kemampuan guru menggunakan peta berbeda2
Sehingga membuat yakin penelitian dapat dilakukan atau bahwa layak diteliti = layak atau tidaknya diteliti. Anggapan dasar ini bukan sesuatu yang wajib.

2. Pembuatan hipotesa
Tidak semua penelitian menggunakan hipotesis(jawaban sementara masalah yang diteliti yang kebenarannya masih harus diteliti dibuktikan)

??? Ketepatan hipotesa sangat ditentukan oleh apa?
1) Ditentukan oleh kebenaran teori atau ketepatan landasan teori. Bila teori telah tepat hipotesis benar, apakah dilapangan dapat diterima? Belum tentu, tergantung teori sudah benar2 tepat mungkin perlu ditinjau lagi.
2) Proses analisis dilapangan
*ada beberapa persyaratan dalam membuat hipotesis
a. Menyatakan pertautan ada 2 atau lebih variabel, memakai kalimat deklaratif, karena merupakan jwbn dari masalah.
b. Dirumuskan secara jelas dan padat
c. Harus dapat diuji

*ada 2 macam hipotesa:
 Hipotesa ttg hubungan =thd kelompok yang sama/sumber sama/sasaran yang sama
 Ttg perbedaan=terhadap kelompok yang berbda
*juga ada hipotesis nol dan hipotesis alternatif:
 Hipotesis nol = hipotesis yang menyatakan tdak ada saling hubungan /perbedaan/ pengaruh antara kelompok satu dengan yang lain
 Alternatif = hipotesis yang menyatakan ada saling hubungan /pengaruh / perbedaan
Tergantung dari landasan teori yg digunakan. Tidak boleh pakai keduanya, itu berarti si peneliti tidak punya pendirian.
*juga ada :
 Hipotesis berarah=hipotesis yang telah menentukan arah kesimpulannya
 Hipotesis tak berarah=hipotesis yang tak menentukan arah kesimpulan, bahwa ada perbedaan / tdak mengarahkan
Benar tidaknya hipotesis tidak berhubungan dengan terbukti/ tidak terbuktinya hipotesis.

*variabel =segala sesuatu atau objek yang akan kita amati dalam penelitian agar mendapat data.
Macam2 variabel:
i. Variabel dipenden= variabel yang terikat yang dipengaruhi oleh variabel lainnya/ variabel akibat
ii. Variabel independen = variabel yang mempengaruhi/variabel bebas/ varabel penyebab
*langkah2 penyusunan anggapan dasar (suharsimi arikunto)
iii. Variabel moderator: variabel lainnya memiliki pengaruh, tetapi bukan variabel utamanya/tidak menentukan.

Penyusunan instrumen : menentukan kualitas data(alat pengambil data)contoh: angket, tes, wawancara, dokumentasi.
Wawancara simultan= narasumber kita kumpulkan bersama2 untuk menguji kebenaran.


Instrumen=alat pengambil data
Jar bapak= kalau mencari masalah, cari yang berkaitan dengan pend sejarah. Harus ada kontribusi ny untuk sejjarah
*sebelum membuat instrumen, harus ada kejian teori
*”peran masyarakat benua Anyar dalam perang kemerdekaan “. Penelitian yang relevan, bisa membandingkan dengan di daerah lain. Jangan asal langsung wawancara.
*membuat kajian teori, membuat penelitian yang relevan, baru buat kerangka instrumen
*untuk sejarah, instrumen apa yang bisa dipakai:
i. Dokumentasi
ii. Wawancara
iii. observasi

0 komentar:

Poskan Komentar